Mimpi Seekor Lalat

Lihatlah disana…

Sekuntum melati  tumbuh dengan anggunnya…

Begitu indah parasnya…

Harum semerbak wanginya…


Begitu banyak kupu-kupu yang menemaninya…

Tapi mengapa sang kumbang hanya berterbangan di dekatnya…

Lebah-lebah pun hanya bisa menyaksika dari kejauhan..

Mengapa mereka tak mengambil sarinya…


Ingin rasanya aku menghapirinya…

menemaninya…

menghisap sarinya…

Dan menjaganya…


Tapi aku hanya seekor lalat…

Sedang disana sang kumbang selalu menunggu…

Sang lebah pun tak mau kalah dari sang lebah…

Mereka selalu menanti kesempatan itu datang…


Sedang aku hanya seekor lalat kecil yang kumal…

Tak ada yang bisa aku banggakan dari diriku…

Tak pantas rasanya aku bersaing dengan kumbang dan lebah-lebah itu…

Mereka begitu kuat dan besar…


Dulu aku pernah terbang kesini…

Di saat sang melati belum mekar seperti sekarang ini…

Kini ia tumbuh dengan begitu indahnya…

Kadang aku merasa menyasal meninggal tempat ini..


Tapi hasrat ini begitu besar…

Ingin sekali aku menyentuhnya…

Haruskah aku mengalah kepada mereka…

Pantaskah rasanya…


Aku hanya pendatang baru disini…

Akupun tak mempunyai sengatan seperti mereka…

Aku hanya di cap sebagai penyebar noda…

Penyebar penyakit…


Sudikah kiranya ia ku sentuh…

Sudikah kiranya ia memberikan sarinya…

Sudikah ia berbagi denganku…

Apa ini cuma hayalan seekor lalat saja…


Published in: on 27 November 2009 at 10:18  Tinggalkan sebuah Komentar  

Galau

Setelah sekian lama ia kelam dan sunyi…

Tak ada sinar sang rembulan…

Tak ada kehangatan dan dinginnya sang malam…

Tak ada keceriaan…


Kehadirannya telah merubah segalanya…

Ia terangkan gelapnya malam…

Ia hangatkan dinginnya hati ini…

Ia turunkan setetes demi setetes embun…


Langit itu pun  kini telah cerah kembali…

Tak ada lagi awan hitam yang menyelimuti…

Tak ada lagi mendung yang datang menghampiri…

Sang rembulan telah hadir kembali…

Setelah sekian lama ia bersembunyi…

Bintang-bintang berbaris dengan indahnya…

Mereka seakan tak lelah tuk selalu berpijar…


Ingin ku terbang keatas sana…

Dan akan  ku raih sang rembulan itu…

Akan ku petik bintang-bintang…

Ku ambil dan ku bawa mereka ke bumi…

Akan ku berikan hanya untuknya…

Sekuruhnya akan ku berikan…

Agar malam-malamnya tak lagi gelap…


Tapi bagai mana caranya?


Sayap ku telah patah…

Kaki ku terluka…

Jari-jari ku tak kuat lagi tuk mencengkram…

Energi ku seakan menghilang…


Apa yang harus aku lakukan?


Sedangkan ku ingin sekali tuk bisa meraihnya…

memeluknya…

Mendekapnya dengan erat…

Memberikannya kehangatan…

Aku ingin sekali…

Aku tak kuasa menahan hasrat ini…

Tapi aku tak berdaya…


Apakah salah dan dosa ku?


Masih adakah harapan-harapan itu?


Tolong Kau tunjukan padaku Tuhan…

Tak kuasa aku menahan rasa ini…


Haruskah semuanya terulang kembali?

Published in: on 26 November 2009 at 10:18  Komentar (2)  

Pencuri Hati

Kau sirami kembali bunga-bunga di taman hatiku…

Kau siram dan selalu kau beri pupuk…

Kau rawat dengan sepenuh jiwa ragamu…

Tak kau biarkan satupun bunga- itu kan layu…

 

Kau belai hatiku dengan tatap matamu…

Kau puja diriku dengan senyummu…

Kau hiasi jiwaku dengan kasih sayangmu…

Kau hapus semua kegundahan dalam diriku…

 

Jauh kau masuk ke dalam relung jiwaku…

Kau bawa diriku terbang dan melayang…

Kau kikis luka yang ada di hatiku…

Kau cairkan hatiku yang selama ini membeku…

 

Kini kau pergi dengan membawa sejuta impianku…

Kau bawa separuh jiwaku…

Entah kemana kau pergi…

Tak kuasa hatiku menahan rasa ini…

 

Kemana akan ku cari dirimu….

Lelah rasanya diri ini menantimu…

Mengapa kau bawa  serta hatiku pergi…

Entah di mana akan ku temui sang pencuri hatku…

 




Published in: on 24 November 2009 at 10:18  Komentar (4)  

Putih abu abu

Masa yang kebanyakan orang bilang  masa yang paling indah ialah masa di mana mereka mulai menduduki bangku SMA. Berawal dari sanalah masa-masa manis dan pahit para remaja merka di mulai. Cerita ini adalah sebuah request sahabat lamaku yang hampir sepuluh tahun kami tidak bertemu dan berkomunikasi.

Awal masuk sma dulu , aku dan beberapa sahabatku mempunyai cerita yang menarik, waktu pembagian kelas, kami mendapat lokal 1.1, memang biasanya tradisi di sekolah kami dan sekolah-sekolah lainnya setiap lokal 1.1, 2.1,dan 3IPA1/3IPS1 adalah sebuah lokal unggulan. Tapi entah kenapa pas angkatan kami tidak di adakan lokal unggulannya, Aku dan sebagian teman-teman sering membanggakan diri sama anak-anak lain kalau kami adalah kaum intelektual, mangkanya guru menempatkan kami di lokal ini.

Tapi semua itu cuma bertahan kurang lebih selama sebulan, sehabis itu guru-guru menyeleksi anak-anak yang memang tergolong pintar di antara teman-teman mereka yang lainnya untuk di tempatkan di lokal tersebut. Akhirnya kami berpisah-pisah di antara lokal-lokal yang ada, aku sendiri di tempatkan di lokal 1.7 bersama sebagian teman ku.

Awal sekolah rata-rata siswa-siswinya kebanyakan masih malu-malu, kalau kata orang-orang sih jaim, tapi tidak dengan ku, karena memang sebagian dari siswa-siswi di sma ini berasal dari smp yang sama dengan ku. Aku termasuk anak yang gampang bergaul dan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Biasanya anak-anak mempunyai kelompok-kelompok tersendiri dalam begaul, maklumlah anak baru, sedangkan di sekolah ini kebanyakan berasal dari smp tempatku dulu, di antara mereka banyak menyebar di lokal-lokal di kalas satu,  jadi kami merasa sudah tidak asing lagi satu sama lainnya, di tambah dengan teman-teman yang baru semuanya pun lebih terasa menarik.

Biasanya aku dan beberapa teman kalau sedang tidak ada pelajaran sering kumpul-kumpul bareng, kadang olah raga, main gitar, ngumpul di kantin di luar sekolah sambil bercanda-canda atau main kartu ceki yang di tempat kami di sebut main koa, kebiasaa itu lama-lama menjadi hobi, tidak jarang kami bolos sekolah karena hobi baru kami tersebut.

Kadang kami pergi keluar sekolah hanya untuk bermain koa, awalnya cuma iseng, tapi lama kelamaan dijadikan taruhan, siapa yang kalah dia yang membayar apa yang kami makan atau minum di kantin tersebut, kadang di antara mereka tidak mempunyai uang yang cukup untuk membayarnya, maklumlah pelajar, masih merongrong sama orang tua unuk jajan sehari-hari di sekolah, karena itu mereka terpaka kasbon di kantin tersebut.

Pihak sekolah sering merazia anak-anak yang sering duduk di kantin tersebut di saat pelajaran sedang berlangsung, disana ada 3 kantin, biasanya kami main di kantin yang letaknya paling ujung, sehingga kalau ada razia kami bisa langsung kabur ke kebun bambu yang ada di belakang sekolah itu, atau ke perumnas yang sedang di bangun di dekat sekolah. Tidak jarang kalau lagi nanggung kami lanjutkan main koa tersebut di kebun atau perumnas tersebut.

Dari sanalah awalnya kami mencoba barang yang namanya cimeng, sejenis rokok yang efeknya bisa membuat orang ngefly atu mabuk, saat itu kami nguml di sala satu kebun yang letaknya tidak begitu jauh dari lokasi sekolah, disana aku dan beberapa temanku mengisap daun haram itu. Ada dua orang temanku yang ngaku-ngakunya sudah pernah mencoba barang tersebut, saat mereka memakai barang tersebut efeknya cukup membuat membuat mereka mabuk berat, yang satu langsung tumbang sambiln goceh-ngoceh tak menentu bisanya sehari-hari kami memakai bahasa daerah, tapi saat itu dia ngoceh memakai bahasa indonesia, sangat lancar dia menggunakan logat tersebut. Yang satu lagi juga tumbang sambil bersilat-silat tak menentu, seolah-olah dia sedang berada di zaman dahulu, dia seperti seorang jagoan yang sedang di tantang oleh musuhnya.

Sampai tengah hari mereka tidak juga sadar dari khayalan mereka tersebut, saking bingungnya kami membawa mereka ke kostan teman yang ada di dekat sekolah. Tapi sampai sore hari mereka belum juga sadar-sadar, padahal mereka sudah di guyur dengan air, dengan harapan cepat sadar. Akhirnya mereka di bawa ke salah satu rumah teman ku, sesampainya di sana barulah pikiranku sudah agak tenang, awalnya aku cukup cemas karena takut terjadi apa-apa paada mereka.

Itulah selentingan cerita saat masih memakai seragam putih abu-abu, banyak lagi sebenarnya cerita-cerita yang menarik yang bisa di ceritakan, tapi cukup sekian saja yang untuk saat ini, lain kali kalau ada waktu di sambung lagi dengan cerita-cerita yang lain.

Buat sahabat-sahabatku, ku harap kalian tidak tersinggung dengan cerita ini, ini bukanlah sebuah aib kawan, ini adalah sebuah pembelajaran, dan bisa kita jadikan pedoman hidup bagi anak cucu kita kelak.

Thank’s sobat, karena kalian sudah menjadi bagian dalam kehidupanku di masa lalu, moga-moga kalian tetap akan menjadi bagian dalam kehidupan ku selamanya………Amien……

Published in: on 21 November 2009 at 10:18  Komentar (4)  

GAP

Hidup di alam ini memang susah untuk di tebak, susah untuk melihat siapa yang benar dan siapa yang salah, siapa yang baik dan siapa yang jahat. Kadang-kadang yang kelihatan benar itu dinyatakan salah, dan yang salah yang sering di benarkan atau di menangkan. Sudah banyak sekali kita lihat contohnya di kehidupan sehari-hari.

Hukum siapakah semua ini?

Jangan menilai seseorang dari dari bentuk fisik dan penampilannya, belum tentu orang yang bentuk fisik dan penampilannya menarik itu bisa di katakan orang yang baik, dan belum tentu juga orang penampilannya urakan, wajahnya sangar bisa di bilang dia orang jahat.

Banyak yang bilang kalau kita bisa  menilai seseorang saat pertama kali bertemu, hanya dari segi fisik dan penampilannya. Banyak sekali saat ini orang-orang jahat dengan face yang rupawan, kalau di lihat  seolah-olah mereka itu orang yang berkecukupan atau punya jabatan, tapi nyatanya?

Begitu juga dengan mencari pasangan, kebanyakan dari kita dalam mencari pasangan atau pacar yang petama di lihat dari bentuk fisik. Banyak laki-laki sekarang mencari pacar yang di lihat dari raut wajah dan postur tubuh si wanita itu, cantik dan bodinya seperti gitar spanyaol kalau bisa. Begitu juga dengan wanita, kalau dapat ia mempunyai pasangan yang ganteng, badannya atletis, dan yang penting kantongnya tebal.

Apakah semua itu bisa menjamin kebahagiaan seseorang?

Lihat saja buktinya, banyak orang yang menikah, tapi kebanyakan dari mereka endingnya di meja hijau, ini bukan rekayasa semata, begitulah realita yang sering kita lihat di lingkungan sekitar kita saat ini.

Banyak sekarang kita lihat anak-anak yang kedua orang tuanya sibuk bekerja, anak itu di urus sama seorang pembantu, orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, kadang-kadang sang anak tidak bertemu dalam waktu yang lama dengan orang tuanya karena di tinggal keluar kota atau keluar negri. Apakah sang anak bahagia dengan semua itu?

Orang-orang seperti itu yang kebanyakan terjerumus ke dunia hitam, mereka lari dari kenyataan, obat-obatan terlarang menjadi menjadi sebuah pelarian, karena dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang itu  fikiran mereka jadi tenang, mereka seakan bebas, terbang dengan imajinasi mereka. Dengan begitu pergaulan bebas akan datang dengan sendirinya. Salah siapa ini sebenarnya?

Lihat juga kesenjangan hidup yang ada di sekitar kita, banyak orang-orang kaya sibuk dengan  kegiatan mereka masing-masing, mereka sibuk menambah pundi-pundi harta mereka.

Apa mereka tau disekitar mereka banyak anak-anak menangis karena kelaparan?

Apa mereka tau di sekeliling mereka banyak orang-orang yang menahan dingin karena kehujanan dan kepanasan menahan teriknya matahari?

Apa mereka tau banyak anak yatim piatu yang menanti uluran tangan mereka?

Si kaya akan bertambah kaya raya, mereka mereka berfoya-foya diatas penderitaan rakyat jelata. Sedang si miskin akan tambah terpuruk dengan dengan kemiskinannya, mereka hanya bisa melihat si kaya menari-nari di atas penderitaan yang mereka alami sambil mengumpat.

Adilkah semua ini?

Sampai kapan semua ini akan terjadi?

Kepada siapa lagi kita harus mengadu?

Hukum manayang dapat menyelesaikan semua masalah ini?

Hanya satu jawabannya…. TUHAN

Published in: on 19 November 2009 at 10:18  Komentar (2)  

Rudi ku malang, Rudiku sayang

Namanya Rudi, salah satu mahasiswa di tempatku berada dahulu, dia seorang teman yang sangat baik, teman yang selalu mengerti akan kesusahan teman-temannya. Dia anak dari keluarga yang cukup berada, dia mempunyai hobi yang bagi sebagian orang agak aneh, balap motor. Dengan hobinya tersebut dia boleh di bilang sangat terkenal di antara para joki-joki sepeda motor lainnya.

Waktu itu saya sudah tidak tinggal di tempat yang sama dengan dia, saya pindah ke tempat yang tidak begitu jauh dari tempat sebelumnya, tapi masih dalam satu profinsi dengan tempat sebelumnya, kira-kira lima jam jarak tempuh dari tempat sebelumnya.

Saat itu dia datang ke tempat ku berada, selain karna sudah lama tidak bertemu, ternyata dia datang dengan segudang masalah. Dia mempunyai seorang pacar yang bernama Putri, hubungan mereka di tentang sama pihak keluarga perempuan, awalnya keluarga Rudi merestui hubungan mereka berdua, tapi akhirnya keluarganya pun melarang hubungan mereka, semua itu di sebabkan karena orang tua si wanita pernah datang ke rumah Rudi, mereka meminta agar Rudi meninggalkan si Putri, dengan alasan supaya Putri lebih fokus untuk kuliahnya, yang bikin orang tua Rudi marah adalah ucapan dari orang tua Putri, yang mengatakan kalau Rudi tidak pantas buat Putri, mereka bilang Rudi tidak mempunyai masa depan yang cerah.

Akhirnya mereka berhubungan dengan cara main kucing-kucingan dari orang tua mereka masing-masing, setelah sekian lama mereka berhubungan, ternyata si Putri hamil, Rudi sempat bilang sama orang tuanya kalau dia mau melamar si Putri, karena si Putri telah memiliki janin di dalam perutnya. Mendengar semua itu orang tua Rudi tidak bisa menerimanya, mereka malah menyarankan untuk menggugurkan janin itu dan meninggalkan Putri, sedangkan dari pihak putri, orang tuanya belum mengetahuinya.

Karena itulah dia datang kesini, dia berencana mau mencari kontrakan dan membawa Putri kesini, akhirnya ku carikan kontrakan untuk mereka, lokasinya tidak begitu jauh dari tempat tinggalku saat ini. Tiga hari kemudian mereka datang, sebelumnya mereka nikah dulu di KUA setempat, hari-haripun berjalan dengan seiring waktu.

Setelah beberapa bulan tinggal disini, Rudi mulai menekuni hobi lamanya. dia sudah cukup banyak kenal dengan anak-anak motor disini, memang dia orangnya supel dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar sini.

Pada saat itu dia dapat tantangan dari salah satu anak motor disini, namanya Rio, tapi anak-anak biasa memanggil dia si botak, dia sudah terkenal disini sebagai raja jalanan, Rudi pun tertantang untuk meladeni tantangan si Rio tersebut, tentu dengan taruhan yang jumlahnya sedikit menggiurkan.

Hari itu hari sabtu malam, tepat jam dua belas malam acara pun di lakukan, sedang asik-asiknya memacu motornya, Rudi terjatuh karena menghindari orang yang sedang menyeberang jalan, sialnya lagi setelah terjatuh dari arah yang berlawanan ada mobil yang sedang melaju gengan kecepatan yang cukup tinggi, malang tak dapat di hindari, kaki Rudi terlindas oleh mobil tersebut, aku dan anak-anak lain langsung membawa dia ke rumah sakit terdekat, sedang kan mobil tersebut melarikan diri.

Selama dua hari dia masih koma di rumah sakit, istrinya sampai histeris melihat kondisinya. Malam itu hari rabu, sepulang bekerja aku menemaninya di rumah sakit, malam itu dia berpesan kalau terjadi apa-apa sama dia tolong jagain anak istrinya. Memang tuhan punya cerita lain, keesokan harinya nyawa Rudi sudah tidak terselamatkan, aku coba menelepon orang tuanya.akhirnya mereka datang, ku ceritakan semuanya, termasuk tentang Putri dan janin yang ada di perutnya, mereka masih tidak terima, malah mereka menyalahkan Putri atas kejadian ini.

Akhirnya putri masih tinggal di kontrakan ini, aku yang mengurus semua keperluan dia dan janinnya. Sebelum meninggal Rudi sempat memberikan tabungannya sama Putri buat keperluan  dia dan anaknya.

Hari itu Putri sudah saatnya melahirkan, karena tak ada sanak familynya, otomatis aku yang mendampingi dia saat persalinan tersebut, aku mengaku sama pihak rumah sakit sebagai suaminya. Alhamdulillah semua berjalan lancar, anaknya laki-laki, aku dan putri sepakat mengasih dia nama sesuai dengan ayahnya, Rudi.

Rudi kecil tumbuh  dengan cukup kasih sayang dari ibunya, dan aku sebagai orang tua angkatnya. Hari-hari pun berlalu, Rudi kecil orangnya sangat riang, umurnya saat itu baru  jalan enam bulan, hari-hari ku selalu di hiasi dengan gelak tawanya, anaknya begitu lucu, sering ku bawa dia jalan-jalan ke luar.

Saat itu tiba-tiba orang tua Putri datang, mereka berencana membawa Putri dan Rudi kecil, sebenarnya aku keberatan, tapi aku tidak mempunyai hak sama sekali untuk melarangnya, toh dia bukan siapa-siapa aku. Sebelum mereka pergi, ku bawa Rudi kecil jalan-jalan seharian.

Keesokan harinya mereka pergi, sedih sekali aku berpisah dengan Rudi kecil, tapi mau bagai mana lagi, memang sudah begini jalannya., dia juga butuh kasih sayang yang penuh  dari keluarganya.

Sebulan lebih aku masih tidak bisa melupakan Rudi kecil, aku ridu dengan gelak tawanya, tangisnya, dia begitu manja padaku. Saat itu putri menelepon, katanya dia mau pindah ke Surabaya ikut sama orang tuanya yang mau pindah dinas kesana, aku minta sama dia sebelum berangkat mampir dulu kesini bersama Rudi. Itu lah terakhir kalinya aku bertemu Rudi kecil.

Entah sudah seperti apa dia sekarang, kalau tidak salah sudah enam tahun umurnya saat ini. Itu lah pengalaman ku menjadi seorang ayah dari anak teman ku sendiri, sebuah pengalaman yang sangat mengesankan bagiku.

Selamat tinggal sahabat semoga kau tenang di alam sana. Moga-moga anakmu menjadi anak yang berguna dan berbakti sama orang tuanya. kami selalu akan mendoakan mu disini sahabat.

Published in: on 19 November 2009 at 10:18  Tinggalkan sebuah Komentar  

Penantian

Sunyi…sepi…
Itulah yang kurasakan malam ini…
Tak ada cahaya rembulan…
Tak ada gemerlap bintang di angkasa…

Sang penguasa malam seakan enggan menampakkan wujudnya…
Bintang2 bersembunyi di antara mega mega…
Angin pun serasa malas tuk berhembus…
Awan-awan pun enggan tuk berarak…

Ada apa dengan alamku…
Ada apa dengan malam ini…
Apakah mereka marah…
Apakah mereka murka…

Apakah ini semua salahku…
Dosa apa yang telah ku pebuat…
Kenapa semuanya menjauh…
kenapa semuanya pergi dariku…

Aku haus….
Aku lapar…
Apakah embun pagi juga takkan peduli padaku…
Setetes….Hanya setetes yang aku butuh…

Tuhan…
Masih pantaskah aku berharap padaMu…
Masih pantaskah aku menunggu…

Ku serahkan semuanya padaMu…
Hanya padaMu tuhan aku meminta…
Hanya padaMu aku pasrahkan…
Hanya padaMu…

Published in: on 18 November 2009 at 10:18  Komentar (5)  

Gadis Pemalu Pemikat Hati

Kisah ini terjadi di suatu kota kecil di daerah riau, kisah ini terjadi pada tahun 2001, kala itu aku sedang mencari peruntungan disana, seperti hari2 biasa, rutinitas ku menjaga sebuah toko kelontong, membuka, menjaga dan menutup nya. Saat itu setelah aku selesai membuka toko, tanpa sengaja aku melihat seorang gadis lewat d depan tempat ku bekerja, “hay” kata2 itu langsung keluar dari mulut ku, dia hanya berlalu tanpa mengindahkan godaan ku, cantik jg sih orangnya.

Sore harinya ku lihat lagi dia, ku goda lg dia “mau kemana de’”, lagi2 ia takmenghiraukannya, aku berfikir “ah dia cuma 1 dari skian ratus pengunjung d pasar ini”. Keesokan harinya dia lewat lagi di depan tempat ku bekerja, tapi kali ini dengan setengah berlari, aku jadi heran di buatnya, siapa dia gerangan?

3 hari berturut turut ku lihat dia, tapi yg anehnya, stiap lewat di depan tempatku dia pasti menundukan muka dan setengah berlari, ku cari tau siapa dia, ternyata dia spg baru di salah satu toko kosmetic tak jauh dari tempatu bekerja, sebenarnya tak ada perasaan apapun di hatiku kepadanya, yang membuat ku heran, kenapa setiap lewat du depan tempatku dia slalu berlari sambil menundukan mukanya.

Karna keunikannya itu setiap dia lewat pasti ku goda, semakin hari smakin aneh tabiatnya, kadang2 kalau mau berpapasan, dia selalu menghindar, dia cari jalan yang lain, walaupun agak jauh, yang penting tidak ketemu sama aku, saking penasarannya, ku cuba datangi tokonya, dengan berpura pura membeli salah satu barang, dia disana ber 3 orang, yg 2 lagi aku sudah kenal, boleh di bilang cukup akrab, aku bilang sama temennya, kalau aku hanya mau di layani sama dia, yang bikin aku tertawa geli, mukanya langsung memerah, tiba2 dia ngumpet d kolong meja, hampir 15 menit dia tak mau keluar dari sana, karena gak tega, aku pun pergi.

Nah dari kejadian malam itu, setiap melihatku dia seperti melihat setan, dia pasti langsung lari, ku tunggu ia selesai tutup toko, sebelum ku bilang “mau d antar pulang gak?” dia langsung mengambil langkah seribu.  Karna sikap dan keunikannya hati ku pun mulai merasakan getaran2 itu, keesokan harinya, setiap dia mau tutup, ibunya selalu datang menjemput, malah terang2an ku goda ia di depan ibunya, perlahan lahan ku dekati dia.

Dengan 1001 cara, akhirnya hampir setelah 3 bulan aku bisa berbicara dengannya, tapi anehnya, setelah dia mulai dekat denganku, dia tak pernah lagi lewat di depan toko ku, pasti dia mencari jalan yang lain, padahal kalau mau ke tempat dia, jalan yang paling dekat cuma lewat tempatku, bener-bener bikin penasaran orang yang 1 ini. Kucoba dekati dia dengan berbagai cara, di bulan ke 4 kunyatakan perasaan ku padanya, ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan.

hari-hari pun berlalu, rutinitas ku pun bertambah, setelah tutup toko, aku harus mengantar dia pulang, tapi ada yang agak janggal selama aku jalan sama dia, sudah berbulan bulan aku jalan sama dia, dia tak mengizinkan ku memegang tangannya, waktu itu kalau tidak salah hubunganku dengan dia sudah memasuki bulan ke 9, seharian hujan turun, lami kami menunggu hujan reda, tapi hujan tak kunjung berhenti, payung pun tak ada, ku cari kantong kresek dan daun pisang, disana aku sedikit memelas untuk bisa memegang tangannya, dengan alasan biar tidak terlalu basah badannya, mungkin karna merasa iba dia akhirnya mengizinkan. Betapa senang hatiku saat itu, setelah 9 bulan berpacarabaru bisa memegang tangannya, baru kali ini aku di perdaya sama wanita, tapi disitulah letak keistimewaan dia.

Setelah ku mengenalnya, ternyata dia baru lulus dari sma, anaknya pintar, dari smp sampai sma dia selalu jadi juara kelas, ketika ku tanya “kenapa gak kuliah”, dengan nada yang agak melemah dia menjawab “gak mau menyusahkan orang tua”, mendengar hal itu hatiku terenyuh. Dia boleh di bilang anak “broken home”, ayah ibunya sering bertengkar, ayahnya seorang buruh di pelabuhan, maklum lah orang pelabuhan, rata2 dekat dengan minum-minuman keras dan perempuan, memang tidak semuanya, di rumah dia jarang berbicara sama ayahnya, dia bekerja semata mata demi ibu dan adiknya.

Memasuki tahun ke 2, kusuruh dia berhenti bekerja dari tempat yang lama, masalahnya gajinya tak seberapa, ku antar dia melamar kerja di suatu PT terbesar yang ada di sana, alhamdulillh dia di terima di sana, hubungan ku dengan keluarganya sangat baik, apa lagi dengan ibunya, sudah seperti orang tua angkat bagiku, perlahan-lahan ku coba menyatukan keluarga mereka, memang butuh proses yang panjang, tapi alhamdulillah ada perubahannya.

Di tahun ke 3, aku sudah punya usaha sendiri, ngontrak rumah sendiri, aku merasa hidupku sudah cukup mapan. Waktu itu tahun 2003, kucoba untuk lebih serius dengannya, kendala selalu ada, aku tidak mungkin melangkahi kakak perempuanku sendiri, akhirnya rencana ku gagal, pada suatu saat usahaku mulai merosot drastis, sampai2 aku merasakan jadi pengangguran di sana, 4 bulan aku luntang-lantung tak menentu, anehnya dia tak berubah sedikitpun padaku, pernah aku katakan sama dia untuk mencari pacar yang lain yang bisa menafkahinya kelak, tapi apa yang terjadi, pertengkaran yang datang.

hari-hari ku ku habiskan dengan kerja serabutan di pasar, karna tak enak sama keluarganya yang begitu baik, aku putuskan untuk hijrah ke kota jakarta, tapi keluarganya menentang habis habisan, setelah ku jelaskan semua ini demi masa depan aku dan dia, akhirnya keluarganya pun menyutujuinya, sebelum berangkat aku pamit sama seluruh keluarganya, aku pamit sama ibunya dan berjanji suatu saat nanti akan datang untuk menyuntingnya, akhirnya kepergianku di lepas dengan isak tangis, berat rasanya, tapi ini harus ku lakukan demi masa depan hubunganku dengannya.

Setelah sesampainya di Jakarta, semua masih berjalan dengan lancar, hampir setiap hari kami berhubungan via telepon seluler, memasuki tahun ke 5 semuanya berubah drastis, handphone nya sudah tak bisa lagi ku hubungi, aku masih berfikiran positif, mungkin saja hp nya hilang, tapi gak mungkin dia lupa no hp ku, kan bisa saja dia meminjam telepon temannya atau ke wartel, hampir 3 bulan aku putus hubungan, saat itu tiba-tiba ada yang telepon, ternyata tantenya, dia bilang klu keponakannya mau nikah, aku serasa di sambar petir di siang hari bolong, aku kaget tak percaya, aku berharap itu hanya sebuah mimpi.

Begitu bencinya aku sama dia, kalau memang benar, kenapa dia tidak menghubungiku langsung, kenapa aku harus tau dari orang lain, dari situ aku mulai benci sama yang namanya wanita. Setelah sekian lama temanku menelpon, kalau dia sedang hamil, dia cerita kalau dia nikah karna terpaksa, ayahnya punya hutang sama orang, ayahnya tak sanggup membayar, akhirnya dia  di jodohkan sama anak orang itu, dia sempat menolak dan ingin menyusulku ke Jakarta, tapi niatnya urung karena dia tidak tega meninggalkan ibunya, hatiku jadi terenyuh mendengarnya.

Begitu mulia hatinya, begitu berat cobaan yang dia terima, sampai saat ini aku tak pernah mendengar kabar beritanya, aku rindu ingin mendengar suaranya.
semoga tuhan melindunginya dari segala mara bahaya,
semoga keluarganya selalu dalam lindunganNya.

Sampai saat ini pun aku masih belum bisa melupannya, sudah beberapa orang yang datang masuk ke hati ku, tapi tak ada yang seperti dia, dia kuat, tegar, dan selalu ingat sama tuhan.
semoga kau bahagia dengan pendampingmu
aku disini cuma bisa berdoa untukmu

semoga dapat ku temui lagi gadis sepertimu
gadis pemalu…….

Published in: on 18 November 2009 at 10:18  Komentar (6)  

Sisi Kehidupan

Inilah gw, lahir d Bukittinggi 11 november 1980, anak ke 2 dari 3 bersaudara

Ini sebagian perjalan hidup yg pernah gw tempuh, bingung  jg mau mulai dr mana, maklum pmula kali y

Masa-masa sma gw agak kurang mengesankan. Kelas 1 sih semua berjalan dengan baik, sangat baik kalau boleh d bilang, pas klas 2, dr situ lah hidup gw mulai berubah drastis, gw orang yg susah d atur, hati gw slalu ingin berontak, gw gak mau d atur2 oleh siapa pun, gw kepengen bebas, bebas kemana arah kaki ini melangkah, tuntutan orang tua, kerasnya aturan mereka membuat gw mulai berontak, judi dan narkoba menjadi pelarian hidup yg gw jalani, di sekolah gw jarang masuk, kalau boleh di bilang dalam seminggu gw cuma masuk 2 kali, itu cuma untuk mata plajaran matematika dan olah raga, gw gak pernah brantem ama temen2 d skolah, tapi kalau sama guru entah berapa kali.

Pernah suatu hari di kelas, gw udah lama gak masuk dlm mata plajaran yg di ajar bapak itu, mungkin karna heran guru’y, sampai2 dia ngomong “tumben masuk, klu lu mao blajar jangan brisik, ntar temen2 lu ke ganggu”, “siap pak” dgn polosnya gw jawab, ya udah di mulai lah pelajarannya, seperti kata guru td, gw diem dong, tapi tiba2 dia membentak, saking kagetnya sampe buku gw jatoh, “kamu mao blajar apa bengong dsn, klu gak suka sama plajaran saya kamu mending gak usah masuk lg” begitu katanya, lalu dia mendekat dan langsung menyekek leher gw sambil ngoceh2 gak menentu,

“lepasin pak” sampai 3 kali gw ulang kata2 itu, tp dia masih gak ngelepasinnya, dengan spontan gw kibas tangan bapak itu, tapi tiba2 dia menampar gw dengan saking kerasnya, dengan spontan gw naek k atas bangku dan nendang beliau, tapi tau gak apa yg dia bilang, “ntar tunggu saya d luar, klu kamu gak berani panggil temen2 mu, sepuluh orang jg saya ladeni, kampung kamu dmn, kumpulin smua orang kampung mu, saya gak takut, kamu gak tau siapa saya” sambil ngebanggain kampungnya.

lalu gw keluar, sambil nantangin bapak itu duel 1 lawan 1, sharian gw tunggu d luar, ternyata dia gak nongol2 jg, sampe2 gw kempesin motor dia, shabis kjadian itu gw d scor slama 10 hari, tp orang tua gw gak tau, tiap hari gw slalu pergi skolah kok.

Ada lg waktu itu lg asik2nya maen kartu sama temen2, tiba2 pihak sekolah razia d temenin sama beberapa orang aparat keamanan, dst gw ke ikut2an kena, waktu itu kpala sekolah marah2, trus dia mengultimatum akan mengeluarkan kami dr skolah (gw dan 3 orang temen gw), saking kagetnya gw malah bukan membela diri, malah gw tantang bapak itu, “sebelum bapak kluarkan saya, saya dulu yg akan kluar”,
mendengar kata2 itu sang kepala sekolah langsung marah2 dan terjadi lah hal2 yg tidak d inginkan itu. (maaf, gak etis klu d ceritain).

Sesampainya d rumah gw ngomong sama bokap klu gw gak mau skolah dst lg, tp bokap marah2, beliau bilang kalau gak sekolah gw gak boleh tinggal d rumah lg, gw bilang “ok”, bliau tambah marah, mungkin karena emosi beliau sempat bilang mau membunuh gw, gw langsung lari k belakang ngambil parang, gw lingkarin tu parang itu d leher gw, gw suruh bokap narik parang itu, beliau langsung nangis dan membuang parang itu, pas kejadian itu gw langsung pergi dari rumah.

Dari situ gw memulai kehidupan yg baru, gw tinggal d kota yg memang sudah gw knal, gw mulai mencari pekerjaan, dari nolong2 kerja d rumah makan dgan upah Rp.4000, makan d tanggung sama dia 2 kali shari, gw tidur d emperan2 toko, kadang2 bareng2 sama pengemis, kadang2 jg bareng sama binatang2, berawal dr sana gw banyak dapet temen, dari pengamen jalanan, pencopet, preman2 pasar, beraneka ragam deh.
Suatu hari gw d ajak k medan sama temen, dari sn gw mulai berwira swasta, gw sempat berpindah2 kota, sampai k lampung dan riau, akhir’y gw buka cafe sama temen d tempat asal gw. 9 bulan gw berpetualang, dari sana pula gw knal erat yg nama’y narkoba, akhir’y nyokap tau dmn gw tinggal, bliau dateng menjemput, tp gw bersikeras gak mau pulang, sampai beliau nangis2, akhir’y gw balik k rumah, gak lama kmudian gw hirah k kota pekan baru, dsn gw membantu usaha om gw, tampa trasa hampir 2 taun gw dsn, tp alhamdulillah dsn gw mulai lepas dari ketergantungan obat2 terlarang itu.

Pertengahan tahun 2001 gw hijrah k daerah perawang, masih d profinsi riau jg, dsn gw jg menolong usaha sodara, tapi itu cuma bertahan slama 2 tahun, slebih’y gw mencoba dagang kliling, hampir stiap pulau d riau gw masukin, pertengahan tahun 2005 gw hijrah k ibu kota, sampai skarang gw masihterdampar dsn.

itu lah sbagian kecil dari ksah hidup gw, sedikit banyaknya semua itu adalah pengalaman yg takkan terlupakan

Published in: on 18 November 2009 at 10:18  Komentar (8)  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.