Hidup di alam ini memang susah untuk di tebak, susah untuk melihat siapa yang benar dan siapa yang salah, siapa yang baik dan siapa yang jahat. Kadang-kadang yang kelihatan benar itu dinyatakan salah, dan yang salah yang sering di benarkan atau di menangkan. Sudah banyak sekali kita lihat contohnya di kehidupan sehari-hari.
Hukum siapakah semua ini?
Jangan menilai seseorang dari dari bentuk fisik dan penampilannya, belum tentu orang yang bentuk fisik dan penampilannya menarik itu bisa di katakan orang yang baik, dan belum tentu juga orang penampilannya urakan, wajahnya sangar bisa di bilang dia orang jahat.
Banyak yang bilang kalau kita bisa menilai seseorang saat pertama kali bertemu, hanya dari segi fisik dan penampilannya. Banyak sekali saat ini orang-orang jahat dengan face yang rupawan, kalau di lihat seolah-olah mereka itu orang yang berkecukupan atau punya jabatan, tapi nyatanya?
Begitu juga dengan mencari pasangan, kebanyakan dari kita dalam mencari pasangan atau pacar yang petama di lihat dari bentuk fisik. Banyak laki-laki sekarang mencari pacar yang di lihat dari raut wajah dan postur tubuh si wanita itu, cantik dan bodinya seperti gitar spanyaol kalau bisa. Begitu juga dengan wanita, kalau dapat ia mempunyai pasangan yang ganteng, badannya atletis, dan yang penting kantongnya tebal.
Apakah semua itu bisa menjamin kebahagiaan seseorang?
Lihat saja buktinya, banyak orang yang menikah, tapi kebanyakan dari mereka endingnya di meja hijau, ini bukan rekayasa semata, begitulah realita yang sering kita lihat di lingkungan sekitar kita saat ini.
Banyak sekarang kita lihat anak-anak yang kedua orang tuanya sibuk bekerja, anak itu di urus sama seorang pembantu, orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, kadang-kadang sang anak tidak bertemu dalam waktu yang lama dengan orang tuanya karena di tinggal keluar kota atau keluar negri. Apakah sang anak bahagia dengan semua itu?
Orang-orang seperti itu yang kebanyakan terjerumus ke dunia hitam, mereka lari dari kenyataan, obat-obatan terlarang menjadi menjadi sebuah pelarian, karena dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang itu fikiran mereka jadi tenang, mereka seakan bebas, terbang dengan imajinasi mereka. Dengan begitu pergaulan bebas akan datang dengan sendirinya. Salah siapa ini sebenarnya?
Lihat juga kesenjangan hidup yang ada di sekitar kita, banyak orang-orang kaya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, mereka sibuk menambah pundi-pundi harta mereka.
Apa mereka tau disekitar mereka banyak anak-anak menangis karena kelaparan?
Apa mereka tau di sekeliling mereka banyak orang-orang yang menahan dingin karena kehujanan dan kepanasan menahan teriknya matahari?
Apa mereka tau banyak anak yatim piatu yang menanti uluran tangan mereka?
Si kaya akan bertambah kaya raya, mereka mereka berfoya-foya diatas penderitaan rakyat jelata. Sedang si miskin akan tambah terpuruk dengan dengan kemiskinannya, mereka hanya bisa melihat si kaya menari-nari di atas penderitaan yang mereka alami sambil mengumpat.
Adilkah semua ini?
Sampai kapan semua ini akan terjadi?
Kepada siapa lagi kita harus mengadu?
Hukum manayang dapat menyelesaikan semua masalah ini?
Hanya satu jawabannya…. TUHAN
An…
makin mantap aja nih Blog… lama-lama Dona jadi ketinggalan ni An..
hehe..tetep smangat Bro!!! Ayo..lebih maju..gali terus hobinya… ^_^
bias aja kok don, kebetulan lagi gak banyak kegiatan jadi banyak waktu luangnya, dari pada gak ngapa2in mendingan nulis kan……
thx ya don atas motifasinya….