Rudi ku malang, Rudiku sayang

Namanya Rudi, salah satu mahasiswa di tempatku berada dahulu, dia seorang teman yang sangat baik, teman yang selalu mengerti akan kesusahan teman-temannya. Dia anak dari keluarga yang cukup berada, dia mempunyai hobi yang bagi sebagian orang agak aneh, balap motor. Dengan hobinya tersebut dia boleh di bilang sangat terkenal di antara para joki-joki sepeda motor lainnya.

Waktu itu saya sudah tidak tinggal di tempat yang sama dengan dia, saya pindah ke tempat yang tidak begitu jauh dari tempat sebelumnya, tapi masih dalam satu profinsi dengan tempat sebelumnya, kira-kira lima jam jarak tempuh dari tempat sebelumnya.

Saat itu dia datang ke tempat ku berada, selain karna sudah lama tidak bertemu, ternyata dia datang dengan segudang masalah. Dia mempunyai seorang pacar yang bernama Putri, hubungan mereka di tentang sama pihak keluarga perempuan, awalnya keluarga Rudi merestui hubungan mereka berdua, tapi akhirnya keluarganya pun melarang hubungan mereka, semua itu di sebabkan karena orang tua si wanita pernah datang ke rumah Rudi, mereka meminta agar Rudi meninggalkan si Putri, dengan alasan supaya Putri lebih fokus untuk kuliahnya, yang bikin orang tua Rudi marah adalah ucapan dari orang tua Putri, yang mengatakan kalau Rudi tidak pantas buat Putri, mereka bilang Rudi tidak mempunyai masa depan yang cerah.

Akhirnya mereka berhubungan dengan cara main kucing-kucingan dari orang tua mereka masing-masing, setelah sekian lama mereka berhubungan, ternyata si Putri hamil, Rudi sempat bilang sama orang tuanya kalau dia mau melamar si Putri, karena si Putri telah memiliki janin di dalam perutnya. Mendengar semua itu orang tua Rudi tidak bisa menerimanya, mereka malah menyarankan untuk menggugurkan janin itu dan meninggalkan Putri, sedangkan dari pihak putri, orang tuanya belum mengetahuinya.

Karena itulah dia datang kesini, dia berencana mau mencari kontrakan dan membawa Putri kesini, akhirnya ku carikan kontrakan untuk mereka, lokasinya tidak begitu jauh dari tempat tinggalku saat ini. Tiga hari kemudian mereka datang, sebelumnya mereka nikah dulu di KUA setempat, hari-haripun berjalan dengan seiring waktu.

Setelah beberapa bulan tinggal disini, Rudi mulai menekuni hobi lamanya. dia sudah cukup banyak kenal dengan anak-anak motor disini, memang dia orangnya supel dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar sini.

Pada saat itu dia dapat tantangan dari salah satu anak motor disini, namanya Rio, tapi anak-anak biasa memanggil dia si botak, dia sudah terkenal disini sebagai raja jalanan, Rudi pun tertantang untuk meladeni tantangan si Rio tersebut, tentu dengan taruhan yang jumlahnya sedikit menggiurkan.

Hari itu hari sabtu malam, tepat jam dua belas malam acara pun di lakukan, sedang asik-asiknya memacu motornya, Rudi terjatuh karena menghindari orang yang sedang menyeberang jalan, sialnya lagi setelah terjatuh dari arah yang berlawanan ada mobil yang sedang melaju gengan kecepatan yang cukup tinggi, malang tak dapat di hindari, kaki Rudi terlindas oleh mobil tersebut, aku dan anak-anak lain langsung membawa dia ke rumah sakit terdekat, sedang kan mobil tersebut melarikan diri.

Selama dua hari dia masih koma di rumah sakit, istrinya sampai histeris melihat kondisinya. Malam itu hari rabu, sepulang bekerja aku menemaninya di rumah sakit, malam itu dia berpesan kalau terjadi apa-apa sama dia tolong jagain anak istrinya. Memang tuhan punya cerita lain, keesokan harinya nyawa Rudi sudah tidak terselamatkan, aku coba menelepon orang tuanya.akhirnya mereka datang, ku ceritakan semuanya, termasuk tentang Putri dan janin yang ada di perutnya, mereka masih tidak terima, malah mereka menyalahkan Putri atas kejadian ini.

Akhirnya putri masih tinggal di kontrakan ini, aku yang mengurus semua keperluan dia dan janinnya. Sebelum meninggal Rudi sempat memberikan tabungannya sama Putri buat keperluan  dia dan anaknya.

Hari itu Putri sudah saatnya melahirkan, karena tak ada sanak familynya, otomatis aku yang mendampingi dia saat persalinan tersebut, aku mengaku sama pihak rumah sakit sebagai suaminya. Alhamdulillah semua berjalan lancar, anaknya laki-laki, aku dan putri sepakat mengasih dia nama sesuai dengan ayahnya, Rudi.

Rudi kecil tumbuh  dengan cukup kasih sayang dari ibunya, dan aku sebagai orang tua angkatnya. Hari-hari pun berlalu, Rudi kecil orangnya sangat riang, umurnya saat itu baru  jalan enam bulan, hari-hari ku selalu di hiasi dengan gelak tawanya, anaknya begitu lucu, sering ku bawa dia jalan-jalan ke luar.

Saat itu tiba-tiba orang tua Putri datang, mereka berencana membawa Putri dan Rudi kecil, sebenarnya aku keberatan, tapi aku tidak mempunyai hak sama sekali untuk melarangnya, toh dia bukan siapa-siapa aku. Sebelum mereka pergi, ku bawa Rudi kecil jalan-jalan seharian.

Keesokan harinya mereka pergi, sedih sekali aku berpisah dengan Rudi kecil, tapi mau bagai mana lagi, memang sudah begini jalannya., dia juga butuh kasih sayang yang penuh  dari keluarganya.

Sebulan lebih aku masih tidak bisa melupakan Rudi kecil, aku ridu dengan gelak tawanya, tangisnya, dia begitu manja padaku. Saat itu putri menelepon, katanya dia mau pindah ke Surabaya ikut sama orang tuanya yang mau pindah dinas kesana, aku minta sama dia sebelum berangkat mampir dulu kesini bersama Rudi. Itu lah terakhir kalinya aku bertemu Rudi kecil.

Entah sudah seperti apa dia sekarang, kalau tidak salah sudah enam tahun umurnya saat ini. Itu lah pengalaman ku menjadi seorang ayah dari anak teman ku sendiri, sebuah pengalaman yang sangat mengesankan bagiku.

Selamat tinggal sahabat semoga kau tenang di alam sana. Moga-moga anakmu menjadi anak yang berguna dan berbakti sama orang tuanya. kami selalu akan mendoakan mu disini sahabat.

Diterbitkan di: on 19 November 2009 at 10:18  Tinggalkan sebuah Komentar  

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://harihan.wordpress.com/2009/11/19/rudi-ku-malang-rudiku-sayang/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.