Putih abu abu

Masa yang kebanyakan orang bilang  masa yang paling indah ialah masa di mana mereka mulai menduduki bangku SMA. Berawal dari sanalah masa-masa manis dan pahit para remaja merka di mulai. Cerita ini adalah sebuah request sahabat lamaku yang hampir sepuluh tahun kami tidak bertemu dan berkomunikasi.

Awal masuk sma dulu , aku dan beberapa sahabatku mempunyai cerita yang menarik, waktu pembagian kelas, kami mendapat lokal 1.1, memang biasanya tradisi di sekolah kami dan sekolah-sekolah lainnya setiap lokal 1.1, 2.1,dan 3IPA1/3IPS1 adalah sebuah lokal unggulan. Tapi entah kenapa pas angkatan kami tidak di adakan lokal unggulannya, Aku dan sebagian teman-teman sering membanggakan diri sama anak-anak lain kalau kami adalah kaum intelektual, mangkanya guru menempatkan kami di lokal ini.

Tapi semua itu cuma bertahan kurang lebih selama sebulan, sehabis itu guru-guru menyeleksi anak-anak yang memang tergolong pintar di antara teman-teman mereka yang lainnya untuk di tempatkan di lokal tersebut. Akhirnya kami berpisah-pisah di antara lokal-lokal yang ada, aku sendiri di tempatkan di lokal 1.7 bersama sebagian teman ku.

Awal sekolah rata-rata siswa-siswinya kebanyakan masih malu-malu, kalau kata orang-orang sih jaim, tapi tidak dengan ku, karena memang sebagian dari siswa-siswi di sma ini berasal dari smp yang sama dengan ku. Aku termasuk anak yang gampang bergaul dan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Biasanya anak-anak mempunyai kelompok-kelompok tersendiri dalam begaul, maklumlah anak baru, sedangkan di sekolah ini kebanyakan berasal dari smp tempatku dulu, di antara mereka banyak menyebar di lokal-lokal di kalas satu,  jadi kami merasa sudah tidak asing lagi satu sama lainnya, di tambah dengan teman-teman yang baru semuanya pun lebih terasa menarik.

Biasanya aku dan beberapa teman kalau sedang tidak ada pelajaran sering kumpul-kumpul bareng, kadang olah raga, main gitar, ngumpul di kantin di luar sekolah sambil bercanda-canda atau main kartu ceki yang di tempat kami di sebut main koa, kebiasaa itu lama-lama menjadi hobi, tidak jarang kami bolos sekolah karena hobi baru kami tersebut.

Kadang kami pergi keluar sekolah hanya untuk bermain koa, awalnya cuma iseng, tapi lama kelamaan dijadikan taruhan, siapa yang kalah dia yang membayar apa yang kami makan atau minum di kantin tersebut, kadang di antara mereka tidak mempunyai uang yang cukup untuk membayarnya, maklumlah pelajar, masih merongrong sama orang tua unuk jajan sehari-hari di sekolah, karena itu mereka terpaka kasbon di kantin tersebut.

Pihak sekolah sering merazia anak-anak yang sering duduk di kantin tersebut di saat pelajaran sedang berlangsung, disana ada 3 kantin, biasanya kami main di kantin yang letaknya paling ujung, sehingga kalau ada razia kami bisa langsung kabur ke kebun bambu yang ada di belakang sekolah itu, atau ke perumnas yang sedang di bangun di dekat sekolah. Tidak jarang kalau lagi nanggung kami lanjutkan main koa tersebut di kebun atau perumnas tersebut.

Dari sanalah awalnya kami mencoba barang yang namanya cimeng, sejenis rokok yang efeknya bisa membuat orang ngefly atu mabuk, saat itu kami nguml di sala satu kebun yang letaknya tidak begitu jauh dari lokasi sekolah, disana aku dan beberapa temanku mengisap daun haram itu. Ada dua orang temanku yang ngaku-ngakunya sudah pernah mencoba barang tersebut, saat mereka memakai barang tersebut efeknya cukup membuat membuat mereka mabuk berat, yang satu langsung tumbang sambiln goceh-ngoceh tak menentu bisanya sehari-hari kami memakai bahasa daerah, tapi saat itu dia ngoceh memakai bahasa indonesia, sangat lancar dia menggunakan logat tersebut. Yang satu lagi juga tumbang sambil bersilat-silat tak menentu, seolah-olah dia sedang berada di zaman dahulu, dia seperti seorang jagoan yang sedang di tantang oleh musuhnya.

Sampai tengah hari mereka tidak juga sadar dari khayalan mereka tersebut, saking bingungnya kami membawa mereka ke kostan teman yang ada di dekat sekolah. Tapi sampai sore hari mereka belum juga sadar-sadar, padahal mereka sudah di guyur dengan air, dengan harapan cepat sadar. Akhirnya mereka di bawa ke salah satu rumah teman ku, sesampainya di sana barulah pikiranku sudah agak tenang, awalnya aku cukup cemas karena takut terjadi apa-apa paada mereka.

Itulah selentingan cerita saat masih memakai seragam putih abu-abu, banyak lagi sebenarnya cerita-cerita yang menarik yang bisa di ceritakan, tapi cukup sekian saja yang untuk saat ini, lain kali kalau ada waktu di sambung lagi dengan cerita-cerita yang lain.

Buat sahabat-sahabatku, ku harap kalian tidak tersinggung dengan cerita ini, ini bukanlah sebuah aib kawan, ini adalah sebuah pembelajaran, dan bisa kita jadikan pedoman hidup bagi anak cucu kita kelak.

Thank’s sobat, karena kalian sudah menjadi bagian dalam kehidupanku di masa lalu, moga-moga kalian tetap akan menjadi bagian dalam kehidupan ku selamanya………Amien……

Diterbitkan di: on 21 November 2009 at 10:18  Komentar (4)  

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://harihan.wordpress.com/2009/11/21/putih-abu-abu/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

4 KomentarTinggalkan komentar

  1. Masa berseragam putih abu-abu identik dengan masa-masa pencarian jati diri, saat seseorang menemukan arti dari persahabatan dan saat seseorang merasa memiliki harga diri yg pantang untuk disinggung dan kudu dijaga. Tul gak bro ?? ^_^ ditunggu cerita2 lainnya yaa

  2. tul bu’……

    tolong di papah daku dalam menjalankan kehidupan yang baru ini, daku masih lemah, belum ada ranting untuk untukku berpegangan…..

  3. Nge Fly karena Cimeng ???
    hahahhaa
    kocak bener …
    And yess …
    obat yang paling manjur yang di guyur …
    kalo perlu direndem …
    sehari semalem …

    Hahaha
    Ini nostalgia yang indah nih …
    Asal jangan diulang lagi aja nyimeng nya ya …?

    Salam saya

    • hahahaha…
      begitulah knangan masa lalu pak…
      memang banyak yang indah/sebaliknya…

      terimakasih banyak atas kunjungannya pak…
      mohon di bimbing saya dalam menulis pak…
      maklum masih baru…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.